Kru Alief “ngantor” jam berapa... ?
Karena sampai saat ini kami belum punya kantor,
maka belum cocok disebut ”ngantor” agaknya
tapi.......
warnet adalah kantor kami.
Kamar kos adalah kantor kami.
Rental komputer adalah kantor kami.
Tak lupa... masjid dan mushola juga
Itulah mengapa,
Ketika kantor-kantor mulai tutup
Ketika korden sudah mulai turun,
Para pegawai sudah mulai pulang ke rumah masing-masing
Kantor kami tetap buka.......
........... dan seringkali sampai 24 jam
Ketika anda bertahan sampai malam untuk nonton bola,
Kami bertahan di depan komputer yang sedang menyala
Ketika anda bisa nonton film kartun seharian pada hari minggu
Kami harus berada di depan buku-buku berpacu dengan waktu
Ketika anda bisa berpindah-pindah dari warung lesehan ke warung padang
Kami harus ”terbang“ dari kos-kosan ke kampus binaan
Sedih ?
Bosan ?
Males ?
Wee..... nggak blas !!!
Karena kami melakukannya
............ ... dengan cinta
seperti adk-adik TK yang senantiasa ceria
seperti nelayan yang setia berada di lautan luasNya
seperti Jimbron ketika melihat kuda
seperti Flo yang bersuka ria masuk ring pertandingan
seperti Lintang ketika masuk sekolah
seperti Mahar ketika menjadi panitia karnaval
seperti Laskar pelangi mendengar dongeng pak Harfan
seperti ibu penjaga warung ‘qonaah’ yang sabar melayani pembelinya
seperti bapak-bapak dan ibu-ibu pedagang sayur,
yang bersepeda membelah dinginnya malam
saat kita masih terlelap di ranjang kita
setiap hari
............ tanpa mengeluh.
semoga Allah meridhoi
....setiap langkah kita
Special Thanks teruntuk SPV masing-masing kampus dan temen-temen yang dah mbantu acara ATC. What a great Moment !!!
Dadang Kartooon
NB : Flo, Lintang, Mahar, adalah nama-nama tokoh dalam ’Laskar pelangi’. Sementara Jimbron di ”Sang Pemimpi”. Qonaah adalah warung nasi di jalan gajayana. Apa istimewanya ? baca di blog saya nanti ya...
No comments:
Post a Comment