Tuesday, November 27, 2007

PARTNERKU SAYANG

Hampir genap 3 tahun sudah ketika Alief dideklarasikan di Malang, pada tanggal entah kapan tepatnya Alief Foundation lahir, yang pasti pada tanggal 19 April 2004 itu Alief mempunyai mempunyai landasan hukum. Bisa dibayangkan terasa saat itu harapan besar akan kejayaan dakwah dikampus C dan mimpi-mimpi besar para pendirinya, kampus yang masih jauh dari kondisi yang akan berperan membawa perubahan. Kini semua orang yang hadir menjadi saksi saat itu, sudah tidak lagi bersama kita semua. Tetapi mereka masih menaruh harapan itu kepada kita, karena kesadaran bahwa perjuangan harus tetap berputar.

Seperti berputarnya roda kendaraan yang senantiasa di arahkan oleh pengemudinya. Kemana saja ia berputar adalah untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh sang pengemudi, siapapun orangnya. Tujuan yang konsisten untuk membantunya meraih kesuksesan demi kesuksesan hidup dengan merangkai tempat-tempat yang ia tapaki. Namun, adakalanya roda itu belum tentu membantu sang pengemudi mencapai tujuannya tersebut. Adakalanya roda itu justru yang menjadi masalah. Tujuan yang seharusnya bisa dicapai dengan cepat, malah menjadi lebih lama bahkan daripada berjalan kaki hanya karena masalah roda yang bocor, apalagi patah.

Dan tentu bukan itu yang pengemudinya inginkan. Meskipun, mungkin hal itu pula karena kelalaian sang pengemudi untuk mengurusi rodanya. Kendaraan yang kita gunakan itu bernama Alief. Roda itu adalah perjuangan yang kita putar hanya dan hanya untuk menjadikan kampus swasta (C) menjadi bernuansa islam, Dan yang kita yakini, siapapun pengemudi dan penumpangnya, mesti bukanlah mereka yang menginginkan. Bocor atau patahnya roda, tetapi sampainya mereka di tujuan. Dan siapapun harus siap bersama menanggungnya manakala roda itu memang bocor atau patah. Bukan risiko seorang pengemudi atau salah satu penumpang. Karena memang kendaraannya digunakan bersama.
Teman-teman, ikhwah fillah, rekan-saudara seperjuangan di Alief yang insya Allah dirahmati-Nya, begitu cepat waktu berlalu begitu cepat dinamisasi kepengurusan itu silih berganti belum ada satu kepengurusan sudah berganti lagi dan itu tidak hanya sekali. Kadang itu membuat suatu perubahan yang berarti datang dan perginya seseorang memang mampu membuat berubahnya nuansa yang selama ini ada dan mau tidak mau merubah keadaan yang telah ada dan mungkin juga mempengaruhi proses dakwah yang ada di Alief mungkin dulu berpartner dengan ini sekarang berubah, dulu ada si A sekarang sudah tidak ada, dulu ketika ada B begitu baik dan hal lainnya. kita tidak layak berdebat mengapa dinamisasi di Alief ini begitu cepat dan sangat cepat. Apalagi menyalahkan sang pengemudi yang sudah lelah payah demi mengendarai kendaraan dengan sebaik-baiknya dan menghindari duri yang dapat merusak roda. Tetapi yang lebih utama ialah bagaimana kita dapat memperbaikinya dan masih yakin bahwa ini merupakan salah satu dinamisasi dalam dakwah. Sehingga perubahan itu tidak dapat berdampak buruk dan bisa mempengaruhi proses dakwah yang sudah direncanakan dan kendaraan dapat melaju lebih mantap dengan dukungan putaran demi putaran roda, ratusan kali, ribuan kali, ratusan ribu kali, bahkan jutaan kali meski dengan beda penumpang.
Teman-teman semua, perjuangan kita di Alief bukan hanya tentang apa yang kita lakukan di dalamnya, namun juga bagaimana kita mampu memahami segala kondisi yang dimilikinya dengan sikap yang benar. Kita menginginkan siapapun yang menjalankan Alief kapanpun, mereka adalah orang-orang yang meletakkan kontribusinya di atas landasan pemahamannya.
Pemahaman bahwa Alief belum memiliki sistem kepemimpinan yang bagus, belum bisa mengikat semua Alief’ers dengan pasti dan memberi manfaat luas bagi anggotanya. Pemahaman bahwa budaya Alief masih belum bisa on-time, masih belum bisa focus Pemahaman bahwa tantangan Alief ke depan mewujudkan mimpi UKC sangatlah besar dalam mengangkat secara bersama level kampus binaan kita untuk lebih berkontribusi riil kepada dakwah ini.
Percayalah, da'wah di Alief akan tetap menjadi cerita indah manakala orang-orang di dalamnya istiqomah untuk selalu tertarik membawa perbaikan bagi Alief. Dan tidak memikirkan masalah internal yang tidak jelas. Semua masalah yang terjadi adalah alamiah bagi sebuah organisasi. Tetapi itu juga bisa menjadi bagian cerita indah
jika diselesaikan dengan jalan yang indah pula.
Teman-teman, profesionalisme itu bukan hanya hasil kerja yang bagus, tetapi ia adalah ketaatan. Ketaatan terhadap goresan dan garisan yang terus dipupuk oleh orang-orang yang telah berjuang lebih, dalam da'wah. Mereka adalah qiyadah, yang dengannya lahir uswah sebuah perjuangan. Perjuangan untuk memutar roda-roda lari lebih mantap untuk sampai ke tujuan dengan baik.

To: All Alief yang sudah meninggalkan Alief, kenangan terindah bisa berpartner dengan antum semua. I miss you all. (mang totox)

No comments: