Sedang di Alief siapa pemimpinnya? (pasti tau kan?, kalau nggak tahu pastilah yang belum kenal …kenal kale..siapa yang belum kenal unjuk tangan!!)
Hasan Al-Banna mengatakan:
“Kedudukan pemimpin dalam dakwah Ikhwanul Muslimin adalah sebagai ayah dalam ikatan hati, sebagai guru dalam ikatan mengajarkan ilmu yang bermanfaat, sebagai syaikh dalam ikatan pendidikan ruhani, dan sebagi pimpinan dalam mengendalikan kebijakan umum dakwah”
karena begitu pentingnya keberadaan Qiyadah, sebagai jundi pasti mengharapkan mempunyai seorang Qiyadah yang sempurna. Dengan mengadakan seleksi seorang qiyadah, kita temukan siapa dia. Biar kestabilan organisasi bisa didapatkan.
Aturan membaca tulisan ini:
1. jangan dianggap serius J
2. ini hanyalah sekedar tulisan yang tidak mempunyai maksud apa-apa.
1. Workshop pemilihan ketua idaman
Tema : Qiyadah wa jundiyah
Menjamurnya persoalan dan kesenjangan di antara ketua dan anggotanya menjadikan suatu hal yang perlu dicermati mengingat organisasi ini dapat bertahan dengan adanya seorang qiyadah yang handal dan dapat dijadikan qudwah yang baik dan benar. keberadaan pemimpin ibarat sebuah kepala bagi tubuh. Hal ini menandakan bahwa keberadaan seorang qiyadah sangatlah urgent dalam sebuah organisasi. Karena dia adalah salah satu orang yang bisa menjamin keberlangsungan hidup sebuah organisasi. Dalam satu organisasi tidak mungkin dapat bergerak tanpa qiyadah yang dapat mengatur seluruh geraknya dan mengontrol dengan baik dan benar.
Kalau boleh jujur mengatakan mengapa workshop ini diadakan adalah untuk mencari seorang qiyadah yang dapat memahami karakter anggotanya. Atau mencari sosok qiyadah idaman. Qiyadah merupakan lambang kekuatan, persatuan, keutuhan dan disiplin shaff. Karena itu kedudukan pimpinan dalam satu organisasi amat penting dan utama dan tidak boleh hanya sebuah lambang. Berawal dari persoalan inilah mengapa workshop diadakan dengan misi:
“Mencari Qiyadah Idaman”
Materi Workshop :
1. Menangani Jundi yang suka rewel: Tinjauan dasar dari psikologis jundi
2. Persiapan mendapatkan kritik: Dalam upaya menciptakan kedamaian jundi yang suka mutung
3. Teknik menenangkan jundi: Study casus Alief Foundation atas sikap jundi yang suka diperhatikan.
4. Teknik memanfaatkan kehadiran jundi di tempat syuro’.
Tempat: Sekret Alief
Jalan Pisang Agung 9
Waktu : secepatnya sebelum mubes
Kontribusi : bawa snack aja cukup (minimal 5000)
Dikirim via bank No Rek. 98765.0987 9 (atas nama bendahara)
2. Pemilihan Qiyadah Idaman
Bintang Tamu : Anis Matta Lc
Hidayat Nurwahid
Tifatul Sembiring
Dewan Juri:
Anggota Alief (All Alief’ers)
Syarat Menjadi Peserta
1. Ikhlas karena Allah semata
2. Peka terhadap pengawasan dan penjagaan Allah yang terus menerus
3. Memiliki sikap amanah dan tanggung jawab
4. Memiliki rasa kasih sayang dan ukhuwah yang baik terhadap jundinya
5. Mempunyai perhatian kepada jundinya (lebih....)
6. Mengerti tabiat jundinya
7. Memahami permasalahan jundinya
8. Mengerti kesibukan jundinya
9. dll silahkan menambahkan sendiri selama masih dalam lingkup mengayomi anggotanya
Waktu pelaksanaan :
Secepatnya karena sangat urgent (sekarang Alief butuh banget)
Teknis pendaftaran :
1. peserta diwajibkan untuk memaparkan sifat dan kebribadiannya
2. mampu menjadi seorang yang mengayomi
Kriteria penilaian :
1. Kriteria penilaian sangat rahasia dan sulit diketahui serta tidak terduga
2. Hasil penilaian dewan juri tidak dapat diganggu gugat.
Dubrak…(tulisan diatas hanya mimpi seorang jundi) pernah suatu saat bermimpi andai ketum alief sehebat itu, punya sifat bijaksana, penyayang, amanah, perhatian dengan jundi-jundinya dan lain-lain. Waaah pasti Alief’ers bisa bahagia dunia akhirat. J
jujur juga gimana ya? Rasanya jadi pemimpin atau qiyadah itu? pasti sangat berat kita dituntut bisa perfect dalam segala bidang. Mengayomi semua jundinya yang manja-manja ini. Belum lagi kalau ada yang butuh perhatian ekstra? Pasti berat buanget. Apalagi kalau ditambah seorang pemimpin itu akan dimintai pertanggung jawabannya. Amanah itu pastilah diberikan pada orang-orang yang sangat berkualitas. Dan pastinya juga keputusan yang sangat berat tatkala harus menerima amanah itu mengingat kewajibannya lebih besar dari haknya. Subhanallah
seperti saat MDP tanggal 5 Mei 2007, bahwa syarat menjadi seorang Qiyadah itu harus punya kelebihan
1. kuat (kuat ibadahnya, shodaqohnya, amalnya bukannya kuat makannya, tidurnya atau yang lainnya)
2. trus lagi visioner (punya usul-usul yang spektakulier)
melihat syarat seperti itu pastilah sangat ngeri juga bila menjadi qiyadah .
Qiyadah juga manusia pastilah banyak kekurangan. Sebagai seorang jundi sudah sepantasnya menutupi kekurang Qiyadahnya. Bila kita selamanya masih menuntut orang lain kapan dakwah ini bisa berjalan dan mencapai hasil yang diinginkan?. Bukankah kita masih punya mimpi di dakwah UKC ini so Apapun itu qiyadah wa jundiyah itu pastilah. (intan)
No comments:
Post a Comment