Hingga akhirnya tibalah bari itu. Sehari sebelum bazaar tepatnya sore sekitar jam 3, salah satu ikhwan DPL mengirim sms Yang intinya pihak auladuna minta tolong untuk dibantu menata barang. Kebetulan sedang berada di secret Alief so langsung menghubungi akhwat Alief lainnya apa bisa membantu. Singkat cerita akhwat DPL juga yang bisa membantu. 15 menit kemudian sudah berada di tempat “Taman Krida Budaya” tempat bazaar diadakan bersama salah satu akhwat, berputar-putar mencari stand Auladuna dengan bingung, eehm akhirnya ketemu juga, menyapa ibu pemilik Auladuna dan membantu sebentar karena saya ada syuro’ PH jam 4 sore, so nggak bisa lama membantu. Menghubungi akhwat Alief lain sebelum pergi untuk mencarikan teman akhwat Alief yang tinggal ternyata nihil. Huuh Memang sangatlah diperlukan syuro’ koordinasi bagaimana tidak selain harus kebungungan mencari akhwat untuk diajak ke bazaar
Singkat cerita kita mulai menjaga stand Auladuna secara bergiliran, untuk akhwat kita punya giliran unuk menjaga pagi hingga sesudah maghrib. Sedangkan di ikhwan setelah maghrib sampai toko tutup.
Toko Auladuna, berpusat di Solo di sebuah plasa Goro As-Salam. Kalau dibayangkan waah jauh sekale ketika harus membawa barang dari Solo menuju Malang. Dan itu tidak sedikit lagi. Dengan sewa tempat 3 juta dan biaya perjalanan yang pastinnya mahal itu Toko Auladuna menargetkan bahwa pendapatannya bias mencapai 24 juta (haaah banyak buanget).
Memanfaatkan setiap peluang yang ada itu pelajaran berharga yang bisa didapat. Dengan jatah waktu hanya 7 hari itu tidak lama lho. Mengusahakan setiap kesempatan yang datang. Walau itu hanya beberapa hari tetap usahakanlah.
Kebayang nggak waktu bazaar tinggal 3 hari toko Auladuna mendatangkan barang dari Solo kurang 3 hari !! Melihat bahwa di stand lainnya barang itu lumayan laku. Dalam hati juga sempat bertanya kok masih mau mendatangkan barang siih lagian bazarnya juga tinggal hitungan hari. Toh barang tersebut baru nyampe malang sore dan baru di stand pagi esok harinya. Waah kagum juga sih dengan perjuangannya seperti itu. Masih memanfaatkan waktu yang singkat. Pasti kalau kita melihat tinggal 3 hari lebih baik mencari hari yang lainnya aja. Al hasil benar juga meski datangnya agak telat toh barang tersebut juga laku. Dan dari total pendapatan toko Auladuna tersebut bias mencapai target yang diinginkan 24 jutaan dalam waktu 7 hari (Subhanallah…)
Kalau selama ini di Alief lagi membahas FTT dan waktu terus berlalu tinggal 2 bulan tidak ada. Dan pengurusan Alief pun juga dalam hitungan yang sama. Dengan capaian target kader yang masih belum tercukupi dan lainnya. Memanfaatkan waktu dengan maksimal dengan tetap berusaha dan yakin bahwa target itu pasti akan terpenuhi. Waktu FTT tidak 3 hari tapi masih dalam hitungan bulan. Jika dengan waku yang sedikit Toko Auladuna bisa meraih target yang diinginkan dengan usaha yang maksimal tersebut bukan tidak mungkin Alief pasti bisa mendapatkan kader sesuai target dengan tetap memanfaatkan sisa waktu dengan maksimal. Bukan berarti dengan waktu tinggal sebentar di pengurusan, mungkin hanya menghitung hari kita sudah tidak memikirkan Alief ke depan!! Dan sering mengatakan biarkan pengurusan ke depan yang membahas. Dan hal-hal lainnya lebih pada untuk disimpan dan biar di urus kepengurusan yang akan datang. Alief’ers mari Memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya meski hanya tinggal hitungan hari. Bukannya ada hadist
“Tanamlah sebuah biji kurma meski besok sudah datang hari kiamat”
(intan)
No comments:
Post a Comment