Tuesday, November 27, 2007

On- Time..kapan?

Madrasah Dakwah Pelopor atau istilah kerennya MDP, program baru di Alief yang berdirinyapun penuh perjuangan dan tantangan. Mulai dari konsepan sampai buku pegangannya yang sampai sekarang masih belum jadi (entah sampai kapan neeh). Diprakarsai oleh TBK (Tim Bina Kampus) dan juga Kaderisasi. Maka terbentuklah MDP ini. Sekolahnya para Alief’ers.

Sabtu jam 16.00 di gedung perkuliahan UIN. Semua Alief’rs wajib datang tidak terkecuali. Bila tidak datang wajib ijin terlebih dahulu ke kepala sekolah MDP (bila tidak di hukum!). Selain itu salah satu kewajiban peserta MDP adalah membuat resume materi yang akan disampaikan, membayar SPP, mengumpulkan foto buat KTA trus juga tidak lupa membayar uang pendaftaran. (duuh kayak sekolah bener aja, kayaknya perlu pake sepatu dech atau seragam.. J ). Kebetulan paginya ada syuro’ yang sampai siang so tidak pulang dulu ke kost dahulu dan masih di secret alief bersama beberapa akhwat yang kebanyakan merupakan SDM baru karena pagi baru ada SOBAT (Short basic training, bagi new comer’s Alief). Semangat pastinya sebagai SDM baru diberi tahu akan ada MDP, ikut datang menjadi sebuah kepastian tentunya? (kalau nggak rajin apa mau dikeluarin dari Alief.. J..hee heee)

Tet jam 4 sore pasti sudah datang bahkan kurang dari jam 4 . Duduk menunggu di lantai bawah sambil cerita-cerita tentang Alief bersama salah seorang akhwat (ngrumpi lah) cerita Alief itu ginilah, gitulah ada yang ini trus yang suka itu. Mungkin diawal pembicaran masih begitu banyak hal yang bisa diceritakan tapi lho kok dah 30 menit berlalu belum ada tanda-tanda akan dimulai. Meski sudah ada beberapa ikhwan yang datang dan menunggu di lantai atas habis juga bahan yang untuk dibicarakan. Hingga akhirnya akhwat tersebut mengatakan “ooh begini ya budaya Alief!!”

Duaaaaar………..Sudah seberapa seringkah di Alief ini nggak on-time. Berapa waktu yang harus dibuang hanya digunakan untuk menunggu dan menunggu. bukannya lebih baik digunakan untuk kegiatan yang lainnya. Ditambah dikontrakan masih banyak cucian yang menumpuk. Kamar belum diberesin, tugas-tugas yang belum terselaikan!! dan kita disini hanya menunggu tanpa ada kegiatan yang penting dan itu menjadi sebuah kebudayaan di Alief tanpa sebuah perbaikan. Bagaimana kita bisa lebih baik bila kita masih mempermainkan waktu dan sering mengangap enteng belum cukupkah hadist dan ayat Al-Quran yang mengatakan bergunanya waktu?. Syuro’ PH berapa kali harus molor dan molor hanya karena pesertanya belum lengkap. Lihatlah di jepang begitu berharganya waktu yang mereka jalani hingga mereka sekarang menjadi bangsa yang besar. Kapan Alief bisa on Time? Hanya all alief’ers yang bisa menjawab. (Intan)

No comments: