Tuesday, November 27, 2007

TAKKAN LARI ....... DIKEJAR

Siang cukup terik untuk udara malang, suasana saat itu sangat mendukung untuk segera berada di ‘tempat peraduan’, sambil minum es jus buah segar atau berpelukan dengan bantal guling kesayangan. Ya...tapi itu hanya angan-angan yang belum kesampaian, bagaimana tidak? Untuk menuju tempat peraduan memang butuh pengorbanan, maklum...kami belum terbiasa punya kontrakan jauh, eit...jangan salah! Meskipun jauh tapi dirindukan lho( betul tidak, Ar-Riyadhah crew?).

Kami berdua berjalan dari arah kerto, lewat pinggir jalan raya (MT.Haryono), habis nanggung juga kalau naik JDM, nanti juga jalan lagi dan pastinya lebih terik, kalau jalannya dari kerto-kerto ke arah ASD, sekalian capeknya, bisa menghemat energi n biaya yang dikeluarkan sama. Jadilah keputusan kita, naik ASD!. Setelah sampai di depan gerbang FE, kami melihat sesosok ASD lagi nangkring di tempat biasa kami menunggu, spontan kami tancap gas, maklum, selain peredarannya yang bisa dibilang jarang, kami juga terburu-buru karena sorenya ada acara, biar bisa istirahat dulu. Tapi ternyata...baru masuk ‘gigi satu’, tiba-tiba sang ASD yang ditunggu-tunggu melesat pergi. Ugh...mungkin belum rezekinya. Jadilah akhirnya kita menunggu ASD berikutnya dan itu berarti hilanglah kesempatan untuk segera sampe ke rumah.

Alhamdulillah...kekecewaan kami sedikit sirna, 12 menit kemudian (tidak terlalu lama juga) sang ASD datang, di atas ASD atau sering kami plesetkan angkot ASyik Deh, karena jalannya yang slowly, apalagi kalau dari arah pangkalan, jadi ya harus dinikmati biar nggak gondok di hati, apalagi kalau peserta syuro sudah menanti, bisa-bisa kena iqob lagi, sudah-sudah cukup sampai disini!) kami bertemu seorang akhwat yang lama tak berjumpa, mulailah kami bercerita panjang lebar, tentang sekretariat kami yang baru, tentang studi, dsb. Subhanallah...kehendak Allah kami dipertemukan, itung-itung menyambung silaturrahim. Tapi sayang, tak lama kemudian kami harus mengakhiri cerita, karena ternyata si akhwat mengakhiri perjalanannya di jalan jakarta (ya jelas aja, akhwat yang turun sampai pangkalan ASD, pasti cuma oknumnya Ar-Riyadhah atau yang mau berkunjung kesana or ustadzah Maya pas lagi naik angkot, yang terakhir sepertinya belum pernah ditemukan deh J). “Tiga pak !” lho? Kami ber ‘lho-lho’ ria, ternyata si akhwat bayarin kita, eh, mau ditolak sudah terlanjur dibayar. “Sudah ukh, gak usah, jazakillah khoir ya...” (biasa,bahasa basa-basi). Wah, mungkin tampang kita tampang anak kos-kosan yang memelas. Alhamdulillah...lumayanlah bisa hemat untuk ngangkot besok.

Ketika angkot baru saja melaju menuju dieng, baru kami tersadar, Subhanallah...ternyata Allah benar-benar tak pernah berhenti mengurus makhlukNya, mengatur rezeki hambaNya (tidak hanya rezeki berupa materi tetapi juga imateri), begitu cantik skenarioNya. Memang...kami agak tertunda sampai ke tempat tujuan, tapi Allah menggantinya dua kali lipat, bisa bertemu saudara dan dapat gratisan. Yah...itu baru sebagian kecil dari tanda-tanda kekuasaanNya, yang lain? Pasti lebih banyak!

So, Ikhwahfillah...tetaplah bersabar dan bersyukur dalam setiap keadaan. Terkadang mungkin kita terlanjur bersu’udzon kepadaNya (na’udzubillah) atau kita sudah cukup bersabar tapi sering lupa bersyukur. Sudah semestinyalah kita kedepankan husnudzon kita padaNya, pastilah Sang Pencipta lebih tau kebutuhan yang diciptakanNya, meskipun terkadang perjalanannya terasa ‘pahit’.

So...sekali lagi tetaplah bersabar dan jangan lupa bersyukur serta jangan kau turutkan langkah-langkah syetan, kalau sudah rezekinya pasti Allah dekatkan. Jadi, benarkan ungkapan “Takkan lari jodoh dikejar ???”(asy_syahadah@eramuslim.com)

No comments: