Yaa, kemarin merupakan salah satu kerikil yang harus dilewati.. Meski muarah dan perasaan kecewa tidak bisa terbendung berusaha untuk bertahan di forum merupakan satu hal saya usahakan. Mangkel, ngambek atau apalah istilahnya itu mungkin yang terjadi. Ketika solusi cerdas tidak ditemukan ya hasilnya keputusan yang “memaksa” dilakukan meski itu merupakan keputusan yang aneh. Di Unidha nggak ada SPV ikhwan (how can it’s happen).sedih banget….. Akhwat bisa apa neeeh!! Apalagi itu ane, kapasitas ana itu bisa apa? mungkin jika ana akhwat yang kaliber tingkat tinggi mungkin sanggup menerima amanah ini menjadikan unidha kampus impian. Lha wong ana saja masih banyak bercanda, ketawa terus dimana-mana, hafalan belum 2 juz, masih belum bisa njaga hati, nggak nundukkan pandangan kalau dijalan (jelas dong lha kan naik motor kalau nunduk ya nabrak). Trus kedepan mau diapakan unidha?
Ya…mogok ………..singkat cerita sejak keputusan aneh itu ane berazam untuk mogok di Alief heee…heeee, bukan hanya terkait karena nggak ada spv ikhwan di unidha lho ………tapi karena ada hal lain yang membuat niat untuk mogok semakin mantap ana lakukan heee…heeee (meski nggak pake istikharoh segala). Kalau diceritain sebab kenapa mogok bisa puanjang dan capek mbacanya. Tapi mogok kali ini merupakan puncak dari ketidaksepahaman dengan qiyadah (ehh qiyadah ngerti nggak ya?)……………capek dong kalau nggak ngerti. (pahami jundimu dong! pak)
Kalau biasanya rakyat jelata hanya bisa demo dan mogok makan kalau tidak sependapat dengan kebijakan pemerintah. Sebagai jundi mungkin dengan mogok dari setiap agenda spv yang bisa ana dilakukan J. Berharap bahwa qiyadah tahu kondisi jundinya sekarang tidak sesuai dengan apa yang diperkirakannya. Yaaaa selamat datang mogok…!! (hoee…Unidha mogok syuro’ lho) Unidha yaa unidha…entah mengapa kalau ingat dan terbesit kata itu penginnya melupakan saja. Apa karena masih terbawa situasi mangkel! Mungkin itu salah satunya.
Ntah mengapa juga, yang inginnya melupakan masalah dan mendapatkan materi yang dapat menambah semangat lagi eeeh dubraaak. Di waktu LQ materinya disangkutkan, apa karena taqliful qulb dengan murobi begitu dekat yang pasti materi LQ kemarin pas buanget. Yaaa……… Qiyadah wa Jundiyah.( kena tegur Murobi dech, repot!!)
Bahwa apapun keputusan seorang qiyadah berusaha untuk menerimanya dan mengkaitkannya dengan keikhlasan. Duuuh apalagi murobi mengungkit masalah pembangkangan, alhasil tersenyum-senyum sendiri (maluuuuu banget kale). Kenapa selama ini masih ada rasa mangkel yaaa?? Bukankah kita berada di jalan dakwah ini karena Illalah!! Bukan karena Ila….(ketum, teman, tetangga atau siapalah) (duuuh kena banget…..!!)
Sempat juga merasa malu kala sms ke salah satu ikhwah yang dulu pernah di unidha dan merasakan manis asemnya perjuangan di sana J cerita bahwa sekarang lagi mutung di Alief. Lagi muales buanget pokoknya. Beberapa saat kemuadian di balas
“kenapa mutung? Nggak ada yang bisa diajak berlari tha di Alief? J ...” heee…. diajak berlari!! ketawa juga? kapan Alief bisa di ajak lari ya, yang ada Cuma masalah internal yang nggak bisa selesai-selesai. Ngurus SDM yang nggak kelar-kelar.. kader ikhwan yang seiprit. Sini mutung sana mutung ..Capek dech.
“Nggak tahan kalau kondisi Alief gini terus, capek!! lebih baik mutung, syuro’ kemarin sudah membuat ane nangis” ane balas smsnya. tidak beberapa saat 2 sms masuk Duuuh Kenapa ane juga masih ngambek ya??
“ada sesak yang tak kunjung reda, ada lelah yang tak jua sirna, ada kecewa yang kesekian kalinya….tapi aku yakin, aku mampu, menghadapi dengan senyum kesabaran, tatapan nan tegar dan hati yang selalu tulus memaafkan, seperti Rosulku telah mengajarkan. Aku harus kuat dan tidak boleh lemah. Ya Allah Engkau Maha Tahu, apa yang aku alami adalah bahasa cintaMu yang kan menjadikan lebih dewasa dan bijaksana” isi sms nya yang sangat puanjang.
Heee…kalau di lihat kembali sih lucu juga kenapa Cuma di uji seperti ini ane bisa mutung. Kembali menata hati dan menerima ini adalah hal yang terbaik lah, belum tentu apa yang kita lihat baik di mata Allah baik pula. Sedikit demi sedikit juga agak bisa mereda (tapi afwan pleno belum bisa datang). Apa lagi kalau dikembalikan lagi dengan konsep keikhlasan waah memang sebegitu sakitnya hati sudah memakan perasaan tapi bila kembali membaca kata “ikhlas” kata “mutung, ngambek, mogok” itu tidak akan ada lagi. Mungkin pula dengan semakin banyaknya amanah dapat menjadikan ane lebih dewasa. Amien
Bukan saatnya lagi kita manja pada keadaan., belum lagi kalau ingat bahwa musuh Allah disana pasti lebih hebat dan tidak berkutat dengan masalah yang seperti ini.maluu kale!! So ikhwah Alief lainnya sudah nggak jamannya lagi kita mutung, nggak datang syuro’lah lari dari amanah dan lainnya yang nggak jelas kabarnya, lihatlah dibelahan bumi lainnya perjuangan ini lebih hebat masak hanya karena sakit hati kita mutung….
(so ikhwah fillah seberapa sakitnya hati antum berada dalam jalan dakwah ini, kembali bersabar, tegar dan ikhlas mungkin itu solusinya, kembali untuk tersenyum).SMANGAT (intan)
No comments:
Post a Comment