Tuesday, November 27, 2007

SEKRET TERCINTA

Kain warna kuning muda sepanjang sekitar 2,5 meter itu melembai-lambai tatkala angin dari luar rumah menyapanya. Benda lebar yang lazim disebut hijab itu terpasang pada dua buah tembok hijau yang berdiri kokoh di ruang mirip sebuah ruang pertemuan. Tali kuninglah yang membuat dia bisa leluasa membentang dari timur kebarat dan dikaitkan ke dua tembok menggunakan paku baja .

Di tembok bagian timur hijab,menempel sebuah kertas entah apa namanya berupa kertas karton lebar berwarna agak keunguan dan menempel diatasnya sesuatu yang dibuat mirip kantong dengan suwir-suwiran kertas ungu mengkilap dan tertulis dibawahnya tulisan ‘KETUM,SEKUM, BENDUM,KADERISAS I', serta beberapa nama kampus swasta di kota ini. Sempat bertanya dalam hati apa fungsi kertas2x ini. Apakah sebagai bagan struktur organisasi, tempat menaruh pesan atau memiliki fungsi lain. Walaupun di tengah2xnya ada tulisan kolom kritik&saran, tapi dalam kenyataannya sering bahkan selalu kosong tak berisi. Mungkin kalau kertas tadi diijinkan ‘bicara’ pasti dia akan berkata untuk apa dia ada di tembok tersebut.

Hampir mirip dengannya tembok tadi , tembok yang satu ini juga tak luput dari aksesoris2x. Dua lembar papan pengumuman dari sterofoam yang dibalut cantik menggunakan kertas kado bermotif bunga dengan dominasi warna merah,kuning, hijau tersebut berjajar beberapa kertas berisi tulisan berbagai macam, ada tulisan tangan dan ada yang berupa print-out. Di tengah-tengah papan ini sebuah artikel berjudul “Kebahagiaan seorang Mujahid” tertempel rapi disana. Masih ingat betul siapa yang membuat dan sebab ditulisnya artikel tersebut.
Di pojok kanan atas sebuah tulisan tangan berjudul Salam Redaksi tertulis rapi.Sedangkan di sudut kiri artikel tsb bertengger kertas mungil berisi nukilan hadits Rosululloh SAW. Tidak hanya itu saja masih ada beberapa kata-kata bijak menempel kokoh di badan papan sterofoam. Kalau dilihat secara seksama kertas tsb lumayan lama menghuni papan pengumuman ini. Mungkin terlalu indah kata-katanya atau tidak ada lagi yang bisa ditempel sehingga terlihat awet sejak dulu Dibawah nukilan hadits tadi ,sebuah tulisan tangan daftar alamat email angota milis berjajar kebawah mirip membentuk sebuah kolom. Berdasarkan pengamatan pribadi beberapa bulan terakhir, milis ini lumayan ramai, meskipun yang aktif di milis tsb hanya orang2x itu saja.. Terpampang sekitar 20-an lebih alamat email , sebuah kemajuan dari sebelumnya anggotanya berjumlah tak kurang dari 10 di awal pendiriannya.

Selain kertas-kertas di atas masih terdapat beberapa kertas yang berisi pengumuman2x. Publikasi acara kegiatan tertentu tak luput untuk ikut nampang di sana. Namanya juga papan pengumuman apapun bisa nempel disana asalkan ada yang mau nempel dan ada alat untuk menempelkannya.

Yah.. masih dengan kondisi duduk di tembok yang atasnya kaca ini kupandangi sudut2x ruangan . Anggota organisasi ini menamakan bangunan yang beralamat di Jalan Pisang Agung I/9 ini bernama Sekretariat Alief Foundation (AF) seperti tulisan yang menempel di kaca depannya, meskipun ada yang lepas salah satu kertas penyusun kata tersebut, bahkan sekarang hanya tinggal bekas kertas terkelupas. Dan untuk lebih menambah familiar, sekret ini juga diberi nama Ar Riyadhah (AR). Konon memiliki arti kepeloporan, mirip dengan orientasi kegiatan organisasi ini yaitu dakwah pelopor.

Sudah lama memang saya pribadi tidak menginjakkan kaki di rumah yang katanya sekret perjuangan ini. Beda dengan satu bulan yang lalu hampir tiap minggu minimal dua kali menjenguk bangunan yang memiliki konstruksi memanjang dari utara ke selatan ini. Sehingga sangat kontras sekali jika membandingkan kondisinya dengan beberapa bulan yang lalu, yang hampir tiap harinya rumah itu tak pernah sepi dari jajaran sepeda motor yang parkir di depannya, apa lagi kalo bukan syuro’ atau koordinasi kecil-kecilan para anggota organisasi ini.

Suatu saat pernah bertanya kepada penduduk rumah yang katanya sudah habis masa kontraknya di bulan agustus ini, beliau mengatakan bahwa sekret sudah hampir sebulan belakangan tidak dipake acara2x AF, entah syuro maupun acara2x alief lainnya. Terakhir dipake syuro SPV salah satu kampus binaan, syuro Pengurus Harian dan selainnya hampir tiap hari sepi dengan kondisi pintu tertutup. Dan ternyata juga berimbas pada salah satu ruangan disamping t4 syuro, tidak lain berupa kounter pulsa yang juga katanya beberapa hari ini sepi alias tidak buka.(he3x.. kayaknya dah rame lagi sekarang..)

Wallahu a’lam apa yang sedang terjadi saat ini dengan sekret AF, sehingga terus terang bingung juga saat beberapa waktu yang lalu ditanya seseorang mantan Pengurus Harian AF yg sedang dalam perjalanan menuju Malang habis pulang kampung katanya , lewat sebuah pesan singkat (sms) yg menanyakan kondisi sekret AF terkait fenomena di atas. Agak aneh memang beliau yg notabene ’penduduk asli’ sekret menanyakannya ke orang luar Ar Riyadhah. Sehingga saya jawab seadanya dengan mengatakan bahwa memang kondisi ini terjadi karena formasi pengurus di Alief lumayan memberikan pengaruh di masalah sekret ini. Formasi dimana hampir sebagian besar yg ada di PH bukan orang yg tingal di AR. Sehingga koordinasi tidak hanya bisa dilakukan di sekret AF tersebut.

Jawaban yg bisa benar,tetapi belum bisa menjawab pertanyaan besar kondisi saat ini. Mungkin beliaunya juga ingin mengetahui seberapa besarkah perhatian para anggota Alief terhadap ’rumahnya’ sendiri, terlepas dari kondisi eksternal yang senantiasa bergerak dinamis. Tapi dari banyak fenomena yang terlihat saat ini memang ada perubahan dalam gerak dakwah ini, terkhusus di dakwah pelopor. Sepertinya fenomena sekret bisa juga merupakan permasalahan parsial dari masalah2x yg ada di AF dan belum bisa ditemukan solusinya.

Walaupun belum ada penelitian kaitan antara progresivitas dakwah dengan pemanfaatan sekretariat atau sarana2x dakwah lainnya. Tetapi fenomena yang ada bisa saja menjadi indikasi hal tersebut. Sedikitnya koordinasi atau syuro bisa juga sebagai indikator kemajuan dakwah, meskipun tidak selamanya banyak syuro menjadi jaminan dakwah akan berkembang.

Kalau suku Quraish punya Darun Nadwah sebagai markas mereka untuk menggagalkan dakwah Rosululloh. Sedangkan Rosululloh dan para sahabat juga memiliki tempat di rumah al-Arqam bin Abil Arqam sebagai tempat musyawarah, dan prosess tarbiyah. Maka tidak salah jika kita mengikuti jejak langkah para tauladan kita untuk memaksimalkan markas dakwah sendiri, bukan yang lain. Wallahu A’lam bis Showab

.::Terinspirasi&diedit paska 3 minggu restruturisasi Pengurus AF, to ikhwah fillah punya masukan buat SEKRET Tercinta Q-ta. Mang Totox

No comments: